Rabu, 28 September 2016

Contoh cerita sedih

     Pengalaman yang tidak pernah terlupakan, bercerita tentang persahabatan sampai akhir hayat yang tidak pernah terlupakan seumur hidup. Dimulai saat aku pindah dari Surabaya yang berusia 10 tahun di tempat baru di Tulungagung tidak kenal siapapun kawan ataupun teman. Di sekolahpun hanya diam beberapa yang mengajak berbicara.
     Aku bertemu sahabatku saat mengaji, kegiatan setiap hari sesudah asyar sampai magrib, kelas - kelas di bedakan secara umur A - F. Aku berada di ke kelas D dan bertemu dengan sahbatku yang pertama dan kedua. Dan sahabatku yang lain berada di kelas E dan F, kami saling kenal saat bermain sepakbola di SSB ynag sama. Walaupun pertemuan kami sebentgar, kita sudah sangat dekat seperti keluarga.
     Hari libur semester kami mengadakan touring ke yogyakarta dengan sahabatku 5 orang, Royan berumur 14th, Ahmad 14th, Dika 15th, Bambang 15th. Berangkat dengan bekal sedanya, uang saku seadanya, dan doa dari orang tua masing - masing menggunakan sepeda montor. Saat perjalan kami terkena musibah di hutan Ngawi ban montor kami bertiga pecah semua, kami menuntun sampai dua jam ke bengkel. Uang yang kami bawa seadanya habis untuk memganti ban baru, untuk makan kami mengamen di lampu merah, toko ke toko warung ke warung yang di bagi tiga kelompok dan kami kembali dengan selamat selama 4 hari 3 malam yang duah menginap di jogja dua malam. Kamijuga pernah touring ke Pacitan, Bandung, Batu dengan cerita - cerita yang berbeda - beda.
    Kami seperti keluarga kecil yang berbagi suka dukan dengan cara sendiri, kami touring, jalan -jlan mencari pakaian bekas di geringging kediri dll. Malapetaka datang saat kai melayat ke Kalidawir, salah satu keluarga teman kami meninggal. Pukul 08.00 tepat kami berangkat ke Kalidawir, selesai mensolati dan memakamkan sekitar puku 09.30 malam. Kami pulang seperti anak - anak pada umurnya dengan kecepatan 100km/jam. Saat di jalan tikungan salah satu teman kami menabarak truk yang berlawanan arah saat di tikungan tajam. Teman kami Dika dan Bambang menabrak truk terpental dan terlindas truk. Aku hanya bisa melihat teman aku yang terlindas tanpa bisa apa - apa hanya bisa menangis dan mengucapkan " Tulong..tulongen kancaku..". melihat teman berlumuran darah membuat ketakutan sampai tak bisa bergerak hanya bisa menangis dan memnita tolong. Saat ambulan datang, Dika yang terlindas truk meninggal di temoat karena kehabisa darah dan Bambang yang terpental dan menghujam tembok kritis di bawa ke Rumah sakit, tetep nyawanya tidak bisa tertolong, meninggal dunia pukul 03.00 tepat. Persahabtan kami tidak akan pernah putus walupun dunia memisahkan, kisah - kisah yang berlalu tetap terjaga di dalam hati rapat - rapat.